BAGIAN-BAGIAN BANDAR
UDARA
Rasyid Aviandi/224110009
Khairan Kasira/224110068
APRON : Pelataran
pesawat (bahasa Inggris: apron)
adalah bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat
terbang. Selain untuk parkir, pelataran pesawat digunakan untuk mengisi bahan
bakar, menurunkan penumpang, dan mengisi penumpang pesawat terbang. Pelataran
pesawat berada pada sisi udara (airport side) yang langsung
bersinggungan dengan bangunan terminal, dan juga dihubungkan dengan jalan rayap
(taxiway) yang menuju ke landas pacu.
Air Traffic Controller
(ATC) : Pengatur lalu-lintas udara (Air traffic control) adalah penyedia layanan yang
mengatur lalu-lintas di udara terutama pesawat terbang untuk mencegah pesawat
terlalu dekat satu sama lain dan tabrakan. Kegunaan lain adalah untuk
memerintah dan menerangkan keadaan dari lalu-lintas diudara juga memberikan
informasi kepada pilot, seperti keadaan radar, cuaca, terutama informasi
navigasi.
Biasanya Pengaturan
lalu-lintas udara dilakukan diatas menara (Tower), agar dapat melihat
dengan jelas keadaan Landas pacu
Terminal : Suatu terminal
bandar udara merupakan sebuah bangunan di bandar udara dimana penumpang
berpindah antara transportasi darat dan fasilitas yang membolehkan mereka
menaiki dan meninggalkan pesawat.
Di terminal, penumpang
membeli tiket, menitipkan bagasinya, dan diperiksa pihak keamanan. Bangunan
yang menyediakan akses ke pesawat (melalui gerbang) disebut 'concourse.
Tetapi, sebutan "terminal" dan "concourse" kadang-kadang
digunakan berganti-ganti, tergantung konfigurasi bandara.
Bandara kecil memiliki
sebuah terminal sementara bandara besar memiliki beberapa terminal dan/atau
concourse. Di bandara kecil, bangunan terminal tunggal melayani semua fungsi
sebuah terminal dan concourse.
TAXIWAY : Jalan rayap (bahasa Inggris: taxiway) adalah jalan penghubung
antara landas
pacu dengan pelataran
pesawat (apron), kandang pesawat (hangar), terminal, atau fasilitas lainnya di sebuah bandar
udara. Sebagian besar jalan rayap mempunyai permukaan keras yang merupakan
lapisan aspal atau
beton, walaupun
bandar udara yang lebih kecil terkadang menggunakan batu kerikil atau rumput.
Bandara-bandara yang sibuk umumnya membangun jalan rayap berkecepatan tinggi
sehingga pesawat terbang dapat lebih cepat meninggalkan landas pacu. Hal ini
dilakukan agar landas pacu dapat dikosongkan dalam jangka waktu yang lebih
pendek untuk memberikan ruang bagi pesawat lainnya untuk mendarat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar