- PENGUJIAN AGREGAT DAN CAMPURAN
- Umum
- Tahap awal dalam pelaksanaan
pekerjaan perkerasan beraspal dengan menggunakan aspal shell adalah perlu
mengetahui kualitas bahan yang akan digunakan, apakah memenuhi
persyaratan atau tidak.
- Jadi keberhasilan pelaksanaan
pekerjaan perkerasan beraspal dengan menggunakan aspal shell sangat
tergantung terhadap kualitas agregat, aspal yang digunakan
- JENIS DAN PERALATAN PENGUJIAN
AGREGAT
- Peralatan Uji Agregat adalah:
- Alat pembagi contoh agregat
(spliter).
- Alat saringan lengkap, dengan
ukuran sesuai gradasi agregat yang dipilih
- Alat untuk menguji berat
Jenis semu dan berat Jenis bulk
- Alat pemeriksaan keausan
dengan mesin abrasi
- Alat pengujian setara pasir
(sand equivalent) lengkap
- Alat untuk pemeriksaan
gumpalan lempung dan butiran yang mudah pecah
- Alat untuk pemeriksaan daya
lekat agregat terhadap aspal (affinity)
- Alat untuk pengujian
angularitas agregat halus dan kasar
- Alat untuk pemeriksaan
kepipihan dan kelonjongan agregat
- Alat untuk pengujian partikel
ringan dalam agregat
·
- Jenis Pengujian Agregat
SNI
03-6889-2002 Pengambilan contoh agregat SNI 13-6717-2002 Penyiapan benda uji
contoh agregat SNI 03-6877-2002 Angularitas agregat halus RSNI T-01-2005
Partikel Pipih dan Lonjong SNI 03-6877-2002 Angularitas agregat kasar SNI
03-2439-1991 Pengujian kelekatan agregat terhadap aspal. SNI 03-1970-1990
Pengujian Berat Jenis agregat halus. SNI 03-1969-1990 Pengujian Berat Jenis
agregat kasar. SNI 03-4428-1997 Pengujian agregat halus atau pasir yang
mengandung bahan plastis dengan cara setara pasir. SNI 03-1968-1990 Pengujian
tentang analisis saringan agregat halus dan kasar. SNI 03-4142-1996 Pengujian
jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No. 200 (0,075 mm). SNI
03-2417-1991 Pengujian keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles. METODE
PENGUJIAN JENIS PENGUJIAN
- Peralatan untuk pengujian
campuran beraspal
- Peralatan pengujian campuran
mencakup:
- Alat pembuat briket, yaitu
alat pemadat campuran
- Satu unit alat pengujian
Marshall
- Alat pengeluar briket hasil
pemadatan (extruder)
- Bak pemanas air (waterbath)
- Oven dengan pengatur
temperatur
- Alat uji berat jenis campuran
maksimum (Gmm) lengkap
- Satu set alat PRD
- METODE PENGAMBILAN CONTOH
(SAMPLING)
- Langkah pengambilan contoh
- Tentukan tempat pengambilan
contoh agregat pada tempat penimbunan dan masukkan papan kedalam timbunan
diatasnya dengan tegak.
- Buang agregat pada daerah
miring dibawah papan hingga diperoleh tempat yang rata dan datar untuk
pengambilan contoh.
- Masukkan sekop kedalam bagian
yang datar dan pindahkan satu sekop penuh agregat kedalam ember, lakukan
dengan hati-hati, cara-cara pengambilan contoh agregat dari timbunan
- Ulangi langkah tersebut untuk
tiga tempat lokasi pengambilan contoh bahan pada tempat penimbunan.
1.
Pengambilan Contoh Agregat Dari Timbunan PENGUJIAN AGREGAT
- 2. Pengambilan Contoh Agregat
Dari Bin Panas (Hot Bin)
- Langkah pengambilan contoh
- Contoh agregat panas untuk
setiap fraksi diambil dari masing-masing bin panas (hot bin) yang telah
dilengkapi dengan fasilitas untuk pengambilan contoh.
- Ambil contoh agregat dari
setiap bin dan ratakan kelebihan agregat bagian atas kotak.
- Sekitar tiga atau empat kali
jumlah agregat yang diperlukan, diambil dari setiap bin dan dimasukkan
kedalam kontainer contoh agregat.
- Pengambilan contoh agregat
dari hot bin, dengan cara menjatuhkan agregat melalui kotak penimbang
dan pugmill kedalam truk, atau menempatkan shovel di bawah lubang
curahan, merupakan metode yang tidak teliti dalam pengambilan contoh
agregat dan tidak boleh digunakan.
- PENGUJIAN ANALISA UKURAN BUTIR
(GRADASI) Berat Contoh Minimum Untuk Analisa Gradasi 100 (220) 50,0 mm (2
in.) 75 (165) 37,5 mm (1 ½ in.) 50 (110) 25,0 mm (1 ½ in.) 25 (55) 19,0 mm
(3/4 in.) 15 (35) 12,5 mm (1/2 in.) 10 (25) 9,5 mm (3/8 in.) 10 (25) 4,75
mm (No.4) 10 (25) 2,36 mm (No.8) BERAT CONTOH KG (LB) UKURAN AGREGAT
NOMINAL MAKSIMUM
- PENGUJIAN BERAT JENIS AGREGAT
HALUS
- Material yang akan diuji
adalah agregat lolos saringan No. 8 (2,38 mm)
- Agregat harus dalam kondisi
kering udara
- Langkah pengujian
- Contoh direndam dalam pan
selama semalam
- Tiriskan air yang berlebih
(Filler jangan terbuang), kemudian diangin-angin sampai kondisi kering
permukaan jenuh, cek kondisi tersebut dengan kerucut SSD
- Bila sudah pada kondisi SSD,
timbang contoh tersebut seberat 500 gram untuk setiap pengujian
- Masukkan contoh kedalam
picknometer yang telah ditera sebelumnya dan tambahkan air hingga contoh
terendam
- Keluarkan udara yang
terperangkap dengan alat Vacuum Pump, llihat skala manometer harus menunjukkan
angka 730 mm Hg
- Biarkan selama 15 menit
sambil sesekali diguncang-guncang
- Matikan vacuum pump kemudian
tambahkan air sampai batas tera pada leher tutup picknometer dan timbang
- Tuangkan contoh dan air dari
picknometer kedalam pan yang terbuat dari logam, oven pada temperatur
110 ° ± 5 ° C sampai berat konstan
- Dinginkan hingga mencapai
temperatur ruang kemudian ditimbang
- PENGUJIAN BERAT JENIS AGREGAT
KASAR
- Material yang akan diuji
adalah agregat yang tertahan saringan No. 8 (2,38 mm)
- Agregat harus dalam keadaan
kering dan bersih
- Langkah pengujian
- Contoh direndam dalam pan
selama semalam
- Timbang contoh dalam air
(pada waktu penimbangan contoh harus selalu terendam)
- Keluarkan contoh dari
keranjang timbang kemudian dilap hingga mencapai kondisi kering
permukaan jenuh (SSD), kemudian dioven pada suhu 110 ± 5 ° C sampai
beratnya konstan
- Dinginkan hingga mencapai
suhu ruang, kemudian timbang
- PENGUJIAN SETARA PASIR (SAND
EQUIVALENT) AGREGAT HALUS
- Persiapkan agregat yang lolos
saringan No. 4 (4,76 mm)
- Agregat harus dalam keadaan
kering
- Langkah pengujian
- Tuangkan larutan calsium
Chloride kedalam silinder plastik sampai skala 5 (101,6 ± 2,5 ml)
- Masukkan contoh uji kedalam
silinder plastik yang sudah diisi larutan calsium chloride
- Diamkan selama 10 menit
- Silinder plastic yang berisi
contoh dan larutan setelah 10 menit, dikocok secara mendatar sebanyak 90
kali selama 30 detik
- Setelah dikocok tambahkan
larutan calsium chloride sampai skala 15 (381 ml)
- Diamkan selama 20 menit ± 15
detik
- Setelah 20 menit, terjadi
pengendapan, baca skala lumpur
- Masukkan beban dan baca skala
beban
- Hitung nilai Sand Equivalent
(SE)
- a. Tabung berskala b. Penuangan
c. Pembilasan d. Pembacaan dan pembilas contoh pasir
- PENGUJIAN KEAUSAN AGREGAT KASAR
DENGAN MESIN ABRASI LOS ANGELES
- Cuci agregat hingga bersih
kemudian oven pada suhu 110 ° ± 5 ° C selama semalam/sampai berat konstan
- Dinginkan hingga mencapai suhu
ruang, kemudian timbang sebanyak yang diperlukan/ sesuai grading yang
digunakan
- Langkah pengujian
- Masukkan benda uji kedalam
tabung uji/silinder abrasi
- Tambahkan bola-bola baja
sesuai grading yang digunakan
- Pasang tutup silinder dan
kencangkan, jangan sampai ada benda uji yang keluar pada saat pengujian
berlangsung
- Setel/atur counter sesuai
jumlah putaran yang diinginkan
- Setelah selesai, keluarkan
benda uji dari dalam tabung/silinder uji, kemudian saring dengan
saringan No. 12
- Cuci benda uji yang tertahan
saringan No. 12 kemudian oven pada suhu 110 ± 5 ° C sampai berat konstan
- Dinginkan hingga mencapai suhu
ruang kemudian timbang
- PENGUJIAN PARTIKEL PIPIH DAN
LONJONG
- Langkah Pengujian
- Pengujian dapat dilakukan
dengan 2 cara, yaitu :
- Berdasarkan berat, benda uji
sebelumnya dikeringkan dalam oven pada temperatur (110 ± 5)oC sampai
beratnya tetap
- Berdasarkan jumlah butiran,
pengeringan agregat tidak diperlukan
- Pengujian kepipihan agregat
dan kelonjongan agregat
- Pengujian kepipihan agregat
- Gunakan alat jangkar ukur
rasio (Proportional caliper device) pada posisinya dengan perbandingan
yang sesuai.
- Atur bukaan yang besar
sesuai dengan lebarnya butiran.
- Butiran adalah pipih, jika
ketebalannya dapat ditempatkan dalam bukaan yang lebih kecil.
- Bentuk agregat (kasar)
berbentuk pipih, dinyatakan dengan persen berat butiran yang pipih per
berat total butiran.
- Atau dapat dinyatakan
dengan nilai rata-rata kepipihan, yaitu persen nilai rata-rata
kepipihan per total persen butiran.
- PENGUJIAN PARTIKEL PIPIH DAN
LONJONG
- Pengujian kelonjongan agregat
- Gunakan alat jangkar ukur
rasio pada posisinya dengan perbandingan yang sesuai.
- Atur bukaan yang besar
sesuai dengan panjangnya butiran.
- Butiran adalah lonjong, jika
ketebalannya dapat ditempatkan dalam bukaan yang lebih kecil.
- Bentuk agregat (kasar)
berbentuk lonjong, dinyatakan dengan persen berat butiran yang lonjong
per berat total butiran.
- Atau dapat dinyatakan dengan
nilai rata-rata kelonjongan, yaitu nilai rata-rata kelonjongan per
total persen butiran.
- Pengujian pipih dan lonjong
agregat
- Gunakan alat jangkar ukur
rasio pada posisinya dengan perbandingan yang sesuai.
- Atur bukaan yang besar
sesuai dengan panjangnya butiran.
- Butiran adalah pipih dan
lonjong, jika ketebalannya dapat ditempatkan dalam bukaan yang lebih
kecil.
- Bentuk agregat (kasar)
berbentuk pipih dan lonjong, dinyatakan dengan persen berat butiran
yang pipih dan lonjong per berat total butiran.
- Atau dapat dinyatakan dengan
nilai rata-rata kepipihan dan kelonjongan per total persen butiran.
- Pengujian butiran berbentuk
lonjong (panjang terhadap lebar) Pengujian butiran berbentuk pipih (lebar terhadap
tebal)
- PEMERIKSAAN DAYA LEKAT AGREGAT
TERHADAP ASPAL (AFFINITY)
- Persiapkan benda uji agregat
lolos saringan 9,5 mm (3/8 in.) dan tertahan saringan 6,3 mm (1/4 in.).
- Contoh tersebut harus dalam
keadaan kering oven
- Langkah Pengujian
- Masukkan 100 gram benda uji
kedalam wadah.
- Isi aspal sekitar 5,5 gram
yang telah dipanaskan pada temperatur sesuai.
- Aduk aspal dan benda uji
sampai merata selama 2 menit.
- C selama 2 jam.°Masukkan adukan beserta
wadahnya dalam oven pada temperatur 60
- Keluarkan adukan beserta
wadahnya dari oven dan diaduk kembali sampai dingin.
- Pindahkan adukan kedalam
tabung gelas kimia.
- Isi dengan air suling
sebanyak 400 ml kemudian diamkan pada temperatur ruang selama 16 sampai
18 jam.
- Perkirakan prosentase luas
permukaan yang masih terselimuti aspal
- PENGUJIAN ANGULARITAS AGREGAT
KASAR
- Siapkan benda uji agregat
tertahan saringan No.4 (4.76 mm)
- Contoh tersebut harus dalam
keadaan kering oven
- Langkah pengujian
- Siapkan agregat yang telah
dicuci dan kering tertahan saringan 4,75 mm (No.4) kurang-lebih 500
gram.
- Pisahkan agregat diatas
saringan 4,75 mm dan singkirkan agregat lolos saringan 4,75 mm, kemudian
ditimbang .
- Seleksi dan timbang agregat
pecah yang terdapat pada benda uji.
- PENGUJIAN ANGULARITAS AGREGAT
HALUS
- Persiapkan benda uji agregat
lolos saringan 2,36 mm (No.8).
- Contoh tersebut harus dalam
keadaan kering
- Langkah pengujian
- Siapkan agregat yang telah
dicuci dan kering lolos saringan 2,36 mm (No.8), kurang-lebih 500 gram.
- Siapkan benda uji agregat
halus, cuci dan keringkan, kemudian dituangkan melalui corong standar
dengan tinggi dan jarak tertentu, kedalam silinder dengan volume
tertentu (V).
- Timbang benda uji agregat
halus yang mengisi volume silinder (W).
- Tentukan Berat Jenis curah
agregat halus (Gsb) yang akan digunakan untuk menghitung volume agregat
halus (W/Gsb).
- Corong Standar Contoh Agregat
Halus Contoh Agregat Halus Kerangka Silinder dng.Volume yang telah diukur
Hitung rongga udara dengan rumus berikut ini : V – (W/Gsb)
----------------- x 100% V
- PENGUJIAN CAMPURAN BERASPAL
- Guna keperluan perencanaan
campuran, jumlah agregat dan aspal yang mewakili harus disiapkan dengan
jumlah yang mencukupi untuk keperluan beberapa pengujian. Sebagai
petunjuk banyak bahan yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut :
- 4 liter ( 1 gal ) aspal keras
- 23 kg ( 50 lb ) agregat kasar
- 23 kg ( 50 lb ) agregat halus
atau pasir
- 9 kg ( 20 lb ) bahan pengisi
jika diperlukan
1.
Pengambilan Contoh Bahan
- 2. Pengujian Marshall
- Pengujian Marshall dimulai
dengan persiapan benda uji. Untuk keperluan ini perlu diperhatikan hal
sebagai berikut :
- Bahan yang digunakan telah
memenuhi spesifikasi
- Kombinasi agregat memenuhi
gradasi yang disyaratkan
- Untuk keperluan analisa
volumetrik (density-voids), berat jenis bulk dari semua agregat yang
digunakan pada kombinasi agregat, dan berat jenis aspal keras harus
dihitung terlebih dahulu.
- Jumlah benda uji, minimum tiga
buah untuk masing-masing kombinasi.
- Oven dalam kaleng (loyang)
agregat yang sudah terukur gradasi dan sifat mutu lainnya, sampai
temperatur yang diinginkan
- Panaskan aspal terpisah sesuai
panas yang diinginkan pula.
- Cetakan dimasukkan dalam oven
dengan temperatur 930C.
- Campur agregat dan aspal
sampai merata.
- Keluarkan dari oven cetakan
dan siapkan untuk pengisian campuran, setelah campuran dimasukkan kedalam
cetakan tusuk-tusuk dengan spatula 10 x bagian tengah dan 15 x bagian
tepi.
- Tumbuk 2x75 kali
- Keluarkan benda uji dari mold
dengan Extruder pada kondisi dingin.
- Diamkan contoh satu malam,
kemudian periksa berat isinya.
·
- Langkah pengujian
- Rendam dalam water bath pada
temperatur 600C selama 30 menit dan keringkan permukaan benda uji serta
letakkan pada tempat yang tersedia pada alat uji Marshall
- Setel dial pembacaan
stabilitas dan kelehan yang telah terpasang pada alat Marshall
- Lakukan pengujian Marshall
dengan menjalankan mesin penekan dengan kecepatan deformasi konstan 51
mm (2 in.) per menit sampai terjadi keruntuhan pada benda uji.
- Baca dan catat besar angka
pada dial untuk memperoleh nilai stabilitas (stability) dan kelelehan
(flow)
- Dengan faktor koreksi dan
kalibrasi proving ring pada alat Marshall dapat diperoleh nilai
stabilitas dan kelelehan (flow).
- PENGUJIAN BERAT JENIS MAKSIMUM
CAMPURAN BERASPAL
- Pengujian berat jenis maksimum
campuran beraspal dimulai dengan persiapan benda uji yang diambil dengan
prosedur baku. Ukuran agregat dan berat contoh minimum yang perlu
disediakan adalah seperti diperlihatkan pada Tabel
Ukuran
Agregat Maksimum Dan Berat Contoh
- Selanjutnya pisah-pisahkan
contoh uji secara manual dengan ukuran agregat halus tidak lebih dari ¼
in (6,4 mm). Apabila pemisahan butiran dari contoh uji susah, contoh uji
dihangatkan dalam oven
0,5
No.4 4,75 1 3/8 9,5 1,5 ½ 12,5 2 ¾ 19 2,5 1 25 Kg In mm BERAT CONTOH MINIMUM
UKURAN MAKS AGR
- KEPADATAN MEMBAL DENGAN PRD
- Bersihkan perlengkapan cetakan
berdiameter 152,1 mm untuk benda uji serta bagian telapak penumbuk dengan
seksama dan panaskan sampai temperatur antara 90oC – 150oC;
- Letakkan cetakan benda uji
tersebut di atas alas cetakan dan longgarkan kedua bautnya, oleskan
vaselin pada bagian dalam cetakan kemudian letakkan kertas saring atau
kertas penghisap dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran dasar cetakan;
- Masukkan seluruh campuran
beraspal panas ke dalam cetakan dan tusuk-tusuk campuran dengan spatula
yang telah dipanaskan sebanyak 15 kali di sekeliling pinggirannya dan 10
kali di bagian tengahnya;
- Letakkan kertas saring atau
kertas penghisap di atas permukaan benda uji dengan ukuran yang sesuai
dengan ukuran cetakan;
- Padatkan campuran beraspal
dengan menggunakan alat pemadat getar listrik pertama menggunakan telapak
penumbuk yang berukuran 150 mm selama 6 detik, selanjutnya menggunakan
telapak penumbuk yang berukuran 100 mm sebanyak 8 (delapan) posisi
penumbukan dan masing-masing posisi selama 6 detik dengan urutan
penumbukan sesuai Gambar 1g;
- Lakukan penumbukan pada
kedelapan posisi di atas secara berulang sehingga jumlah penumbukan untuk
masing-masing posisi sebanyak 5 (lima) kali atau total waktu yang
diperlukan untuk masing-masing posisi adalah 5 x 6 detik;
·
- Ganti telapak penumbuk dengan
menggunakan telapak penumbuk yang berukuran 150 mm dan kemudian padatkan
lagi selama 6 detik untuk mendapatkan permukaan atas benda uji menjadi
rata;
- Keluarkan benda uji dari
cetakan kemudian balikan dan selanjutnya letakkan kertas saring atau
kertas penghisap di atas permukaan benda uji dengan ukuran yang sesuai
dengan ukuran cetakan serta padatkan dengan urutan penumbukan dan jumlah
waktu penumbukan sesuai dengan penumbukan pada permukaan benda uji
pertama ;
- Keluarkan benda uji dengan
hati-hati dan letakkan di atas permukaan yang rata dan biarkan selama
kira-kira 24 jam pada suhu ruang;
- Bila diperlukan pendinginan
yang lebih cepat dapat digunakan kipas angin meja;
- Lakukan penimbangan
- Bersihkan benda uji dari
butiran-butiran halus yang lepas dengan menggunakan kuas kemudian diberi
label yang jelas;
- Ukur tinggi benda uji dengan
ketelitian 0,1 mm (0,004 inc) dan bila tinggi benda uji kurang atau
lebih dari persyaratan sesuai Butir 6.1.1).a). v maka beda uji tersebut
tidak boleh digunakan dan harus dibuat kembali sebagai penganti;
- Catat tebal dan berat benda
uji yang diperoleh pada formulir yang sudah disediakan;
- Timbang benda uji di udara =
A gram;
- Timbang benda uji dalam air =
B gram;
- Keringkan permukaan benda uji
dengan kain lap sampai mencapai kering permukaan jenuh, kemudian
ditimbang = C gram;
- Hitung besaran kepadatan
mutlak sesuai dengan rumus berikut:
·
- dimana:
- A = masa benda uji di udara
(gram)
- B = masa benda uji dalam air
(gram)
- C = masa benda uji kering
permukaan jenuh (gram)
- = berat isi air (=1 gram/cm3)
-
- SEKIAN & TERIMA KASIH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar